Rabu, 04 April 2012
HARGA BBM DI PETRONAS IKUT NAIK
Menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina, penyesuaian harga juga dilakukan BBM keluaran Petronas. Padahal, perusahaan dari negeri jiran tersebut sempat unggul harga beberapa hari silam.
Asisten Supervisor Petronas Bandung, Asep Rohman mengatakan, terhitung Rabu (4/4) terjadi kenaikan untuk jenis BBM Primax 92 menjadi Rp 10.300 per liter. Imbasnya, penjualan sempat mengalami penurunan.
“Penjualan hari ini (kemarin) malah turun drastis, karena harga sudah jadi Rp 10.300 dari sejak malam,” ujarnya, Rabu (4/4).
Seperti diberitakan sebelumnya, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) asing sempat diminati konsumen seiring naiknya harga BBM Pertamina.
Terhitung 1 April silam, harga BBM nonsubsidi menyesuaikan dengan harga minyak dunia. Untuk wilayah Jawa Barat, pertamax yang semula Rp 9.850 menjadi Rp 10.300 per liter, sedangkan pertamax plus dari Rp 10.050 menjadi Rp 10.400 per liter. Harga BBM bersubsidi premium tetap Rp 4.500 per liter.
Saat kebijakan itu mulai berlaku, BBM Primax 92 keluaran Petronas yang kualitasnya setara dengan pertamax, masih dijual dengan harga Rp 9.850 per liter. Tak heran jika kemudian konsumen Pertamina mencoba beralih ke SPBU tersebut. Namun dengan harga baru yang berlaku Rabu (4/4), keunggulan harga tidak lagi dimiliki Petronas.
Menurut penuturan Asep, penyesuaian harga Primax 92 merupakan kebijakan dari kantor pusat Petronas yang berada di Jakarta. Operator di daerah hanya mengikuti kebijakan pusat untuk menjual dengan harga baru.
Mengenai turunnya minat konsumen setelah harga Primax 92 sejajar dengan pertamax, perkembangannya masih akan terus dipantau. Pasalnya, kebijakan ini baru berlangsung satu hari.
Berkaitan dengan penjualan BBM jenis Primax 88, yang setara dengan Premium Pertamina, Asep mengatakan, dirinya tidak mengetahui banyak tentang kebijakan tersebut.
Namun hingga saat ini, BBM jenis tersebut memang tidak dijual. “Sejak pertama buka Bandung dan Jakarta juga memang tidak menjual Primax 88,” ucapnya.
Asep menjelaskan, pada pompa pengisian yang dipasang di SPBU Petronas, memang tertera Primax 88. Namun sebetulnya tidak semua pompa di SPBU Petronas bisa melayani pembelian Primax 88. Tulisan tertera hanya karena pompa tersebut dikirim dari Malaysia dengan setting layout yang sama. (A-179/A-89)**
SUMBER : PIKIRAN RAKYAT ONLINE
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar